Review

Inilah 5 Situs layanan Telepon yang pernah menjadi korban peretasan

Darfaz.com, Ulah peretasan website yang dilakukan oleh  hacker memang sudah tidak asing lagi di telinga publik maupun global, karena atas ulahnya selalu menjadi trending topik di berita dan di sosial media, serta tak sedikit ulah manusia anonymous itu selalu berlanjut pada hukum.
Di Indonesia sendiri aksi peretasan website pun sering terjadi, seperti yang baru hangat kemarin dimana salah satu situs resmi provider telepon terbesar di Indonesia yaitu telkomsel menjadi korban peretasan sang hacker.
Namun, aksi peretasan situs provider telepon bukan hanya terjadi di Indonesia di luar negeri pun fenomena serupa  pernah menimpa provider teleponnya. Setidaknya, terdapat lima penyedia layanan telepon yang pernah menjadi korban ulah sang hacker, yaitu:
Telkomsel merupakan salah satu layanan telepon terbesar di Indonesia. Fenomena peretasan ini terjadi pada 29 April 2017, serentak fenomena tersebut menjadi topik hangat ketika itu. Sang hacker memprotes akan harga yang disediakan oleh pihak Telkomsel yang merasa terlalu kemahalan. Namun atas tidak ada pencurian data dalam peretasan tersebut.
Vodafone merupakan penyedia layanan telepon asal Inggris, Vodafone pun pernah mengalami hal serupa pada tahun 2015. Bahkan, akibat penyerangan cyber tesebut, sebanyak 1.827 data pelanggan berhasil dicuri oleh hacker. Aksi ini pun terjadi dua kali dalam satu bulan.
3. OI
OI merupakan penyedia layanan telepon asal Brazil yang menjadi korban peretasan hacker pada tahun 2016. Kasus peretasan ini dilakukan oleh seorang hacker yang berasal dari Aljazair dengan nama samaran Red Hell Sofyan. Hacker ini melakukan hal tersebut karena isu politik.
Korban peretasan hacker berikutnya adalah provider telepon asal Belgia, Proximus. Pelakunya adalah hacker dari Inggris, GCHQ. Hacker pun mengklaim kalau mereka berhasil mendapatkan data-data penting dari Proximus. Termasuk di antaranya adalah data pelanggan. Hanya saja, hal tersebut dibantah oleh pihak perusahaan.
Provider telepon asal negara tetangga Filipina juga pernah mengalami kejadian serupa. Pelakunya adalah seorang hacker yang menggunakan inisial Blood Security Hackers ini memprotes karena layanan internet yang disediakan Globe Telecom buruk.
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top